Saturday, June 13, 2015

Tumbuh Menjadi Ilmuwan Muda

Mipa Untuk Negeri 2014

Sepulang dari desa binaan, saya harus kembali bekerja. Ya, saya staff humas MUN. Seharusnya saya sudah membantu MUN sejak tanggal 16-23 agustus tetapi dikarenakan jadwal kegiatan Desa Binaan yang juga tanggal 16-21 agustus, membuat saya hanya bisa membantu tanggal 22 dan 23. “Ga capek?” kata teman saya, jawab saya “menurut L?” hahaha. Tentu saja saya lelah, tapi itu merupakan sebuah komitmen yang harus dipertanggung jawabkan. Itulah resiko yang saya ambil. Setiap pekerjaan pun harus dilaksanakan 100% alias dengan totalitas karena waktu yang terlewat tidak akan terulang kembali dan penyesalan akan datang apabila belum berusaha yang terbaik.

MUN atau Mipa Untuk Negeri merupakan salah satu program dari departemen pendidikan dan keilmuwan BEM FMIPA. Tujuannya adalah menyatukan ilmuwan untuk berbagi informasi, berdiskusi menyelesaikan masalah di Indonesia. Tidak lupa pula, diadakan malam penganugrahan atau MIPA UI AWARDS (MUA). MUA bertujauan untuk mengapresiasi karya-karya ilmuwan muda, dosen-dosen, atau peneliti yang berjasa di Indonesia. Intinya, acara besar ini bertujuan untuk membangkitkan semangat ilmuwan muda di Indonesia untuk terus berkarya walau Indonesia masih kurang memperhatikannya.

Tanggal 22 MUN 2014 dilangsungkan di balai sidang diisi dengan seminar mengenai nano teknologi. Saya menemui PJ humas, nadiarani untuk mengambil kaos panitia dan nametag. Tugas humas adalah mengantarkan peserta shalat ke mushola dan setelah seminar mengantar peserta kembali ke wisma. Jadi, saat berlangsungnya seminar, saya  numpang tidur sebentar hahaha. Oh ya, staff humas MUN ada nadiarani, saya, nadia nurdini, intan, ira, akil, ka nuni, ka abam, ka  wahyu, dan masih banyak lagi.

Seminar pun selesai, kami mengantarkan para peserta kembali ke wisma makara UI. Malam itu kami menginap disana. Mengurus kebutuhan peserta, yakni makanan. Setiap pagi jam 7, siang jam 12, dan malam jam 7, kami bersiap membawa makanan untuk dibagikan ke peserta. Peserta berasal dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Bersiap untuk menyumbangkan ilmu dan ide mereka untuk Indonesia. Kagum dengan mereka yang sudah pro dalam ilmu mereka. Membayangkan saya yang ilmunya masih sebiji kacang. Ya, “kamu harus bisa seperti mereka”.

Tanggal 23 MUN 2014, tidak ada kegiatan di pagi ataupun siang hari. Kami mengadakan penutupan di gedung IX FIB jam 18.30. Acara penutupan tersebut dihadiri oleh Miss Earth, rektor, dosen-dosen serta beberapa bintang tamu. Hari itu adalah malam penganugrahan bagi para ilmuwan muda yang sudah berjasa bagi Indonesia. Menurut saya, hal itulah yang harus dilakukan untuk membangun sumber daya manusia di Indonesia. APRESIASI. Apresiasi merupakan bentuk “menghargai” dan “pengakuan” atas ilmu seseorang. Maka dengan adanya apresiasi, akan banyak orang yang memperjuangkan ilmu-ilmu mereka. Dan menjadi SDM yang berkualitas.

Di MUA, Universitas Jember meraih banyak kemenangan. Sedih bercampur senang. Sedih karena harapan agar akan lebih banyak ilmuwan MIPA UI yang menang kandas, dan senang karena usaha mereka yang berjuang bukan di kandangnya terbayar. Semangat mereka yang harus dicontoh oleh mahasiswa/i lain.

“Ilmuwan” mungkin kata yang berat bagi kami saat ini. Sebenarnya, kata “Ilmuwan” hanyalah sebutan. Siapapun yang menggunakan ilmunya untuk menghasilkan manfaat bagi orang banyak adalah Ilmuwan. Contoh : Presiden adalah ilmuwan, kenapa? Karena beliau menggunakan ilmu tata Negara, politik, dan sosialnya untuk kesejahteraan masyarakat. Maka, menjadi ilmuwan tidaklah sulit. Cukup dengan menyelesaikan satu masalah dari ribuan masalah yang ada dengan ilmu yang kita miliki. Mudah kan?


MUN membuat saya bangga memiliki ilmu. Meskipun masih jauh dari perjalanan membantu menyelesaikan masalah di Indonesia, semangat teman-teman ilmuwan muda diluar sana akan menjadi cahaya bagi kami yang akan memulai. Semangat menjadi Ilmuwan Muda para pemilik ilmu di Indonesia! J

No comments:

Post a Comment